Pendidikan Berbasis Kesadaran

16 March 2013

Wirasa Pandya

PENDIDIKAN BERBASIS KESADARAN

EDE NGADEN AWAK BISE
Prinsip ini adalah prinsip mendasar dari pendidikan, kerendahan hati adalah kesadaran mendasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa, karena kerendahan hati adalah wujud dari kerendahan budi. Dalam bhagawad githa Sri Krishna menyatakan : carilah pengetahuan dengan kerendahan hati, dengan memberikan pelayanan, maka orang bijaksana akan menunjukkanmu tentang kebenaran. Melayani adalah memberikan kesadaran kita pada potensi yang tak terbatas dalam diri setiap orang. atma/unified field of natural law yang ada dalam diri setiap orang. menyadari ketakterbatasan diri dan menyerahkan diri pada ketakterbatasan itu hanya bisa dilakukan oleh dia yang memiliki kerendahan hati. ede ngaden awak bise, bermakna jangan merasa diri( ego ) sudah pintar. karena jika ego sudah menguasai, tinggi hati akan muncul dan atma sendiri tidak akan membuka dirinya. sehingga individu akan hidup dalam keterbatasan, karena tidak menyadari dirinya yang tak terbatas.

DEPANG ANAKE NGADANIN
Focus pada pelayanan terhadap potensi yang tak terbatas, tidak mempedulikan kata2 orang sebagai gangguan. membiarkan apapun kata orang mengata-ngatai diri, adalah wujud dari pribadi yang rendah hati dan berada pada swadharma. banyak orang mencapai apa yang diinginkannya dengan berbagai cara, dan sang individu yang sedang melayani ketakterbatasan menetapkan focusnya pada pelayanan dirinya. dunia material dipenuhi banyak manusia dengan kebenarannya masing2. sehingga diperlukan keteguhan dalam focus...depwng anake ngadanin.

GEGINANE BUKE NYAMPAT
proses menyiapkan diri dalam peningkatan kesadaran adalah sama halnya mempersiapkan sebuah lapangan pengetahuan (ksetrangyana) membersihkan lapangan kesadaran manusia. dalam mendapatkan pengetahuan maka manusia melakukan aktivitas.

ANAK SAI TUMBUH LUHU
Setiap aktifitas akan menimbulkan limbah. limbah yang paling permukaan dari sistem syaraf adalah renggangnya jarak antar neuron otak yang dipakai dalam kegiatan. stress pada tingkat permukaan ini disebut kelelahan, secara alami dengan tidur 6 jam, sudah cukup untuk menormalkannya.

ILANG LUHU BUKE KATAH
Tetapi tidak selalu hanya kelelahan yang ditimbulkan. aktivitas yang melebihi kemampuan diri manusia akan menimbulkan tumpukan strees yang lebih mendalam. maka tidur tidak lagi mampu menormalkannya. manusia harus memiliki metode istirahat yang jauh lebih dalam dari tidur. jika tidur hanya memberikan nilai 6% sampai 8% saja maka manusia harus mempelajari metode istirahat lebih dari itu. agar tidak terjadi tumpukan akumulasi stress. sebagai perumpamaan, sampah hanya membuat mata tidak nyaman,ntetqpi debu membuat mata mengalami sakit.

WIADIN RIRIH LIU ENU PEPLAJAHAN
Dan saat manusia semakin bertambah pengetahuannya, maka pengetahuan sejati masih tersimpan dalam atmanya sendiri. karena itulah seharusnya individu melakukan pembersihan sistem syarafnya dengan teratur melalui tidur yang cukup dan metode istirahat yang lebih dalam dalam mendapatkan nilai istirahat. semakin sering terbersihkan kesadaran manusia, maka semakin terbukalah pengetahuan yang tersimpan dalam atmanya. pengetahuan sempurna kebenaran tak akan ada habisnya. ( inspired, 2007, Tegalmengkeb)