Kesepakatan dan Kesepahaman

3 March 2013

Oleh: Ketut Punia

Kesepakatan dan Kesepahaman Modal Utama Pembangunan ( Desa Wisata ) Sarinbuana.

Suatu Wilayah yang sebagian besar masyarakatnya adalah pelaku dan penikmat hasil usaha kepariwisataan. Mungkinkah sebuah desa yang menyandang sebagai desa pertanian atau perkebunan itu menjadi Desa Wisata? Jenis wisata apakah yang cocok dikembangkan di wilayah kaki gunung itu?

Br. Sarinbuana adalah bagian dari Desa Wanagiri Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan. Berada pada 8°23'55.3718''S 115°3'59.3755''E. Bila dilihat secara garis besar merupakan Wilayah pertanian dan perkebunan di kaki selatan Gunung Batukaru. Kultur budaya agraris dan kondisi jurang dan lembahnya cukup menarik berpadu padan dengan keramahan penduduk. Pada bagian utara wilayah Desa Wanagiri pohon salak bisa tumbuh dengan baik dan masyarakat mulai mengembangkan salak gula pasir sebagai varitas baru. Namun bagi petani yang sudah terlanjur produktif dengan salak bali membutuhkan pengorbanan yang cukup besar untuk beralih kepada varitas baru. Selain biaya, waktu produksi membutuhkan rentang waktu 3 tahunan. Apabila masyarakat belum siap dengan financial cukup, maka mustahil usaha budidaya salak gula pasir itu mampu menopang perekonomian dengan baik.

Perlu kesadaran lebih dari masyarakat untuk melakukan terobosan peningkatan perekonomian bersama yang sekiranya efektif untuk dikembangkan. Ekowisata, Agro Wisata sangat cocok dikembangkan di wilayah ini. Peran serta perangkat Desa dalam hal keswadayaan masyarakat sangat dibutuhkan. Selain menyemangati masyarakat juga memberi pemahaman yang ongkrit akan dampak yang mungkin akan dihadapi oleh masyarakat apabila melakukan suatu usaha kepariwisataan desa. Tidak dipungiri apabila suatu Desa berpredikat Desa Wisata akan menjadi magnet pula pada investasi lain sebagai daya dukungnya, yang terkadang cenderung menjadi destroyer factor terhadap tatanan desa itu sendiri.
Penguatan sisi hukum adat dalam hal ini awig-awig, perarem dan peraturan desa dapat menjadi paying yang efektif membentengi masyarakat dari dampak-dampak negative sebuah usaha keparisataan desa. Selain pemberdayaan secara mandiri oleh masyarakat harus ada tata acuan penyelengaraan dan tata keadilan yang dapat diatur dalam sebuah kesepakatan bersama di dalamnya. Besaran-besaran perolehan bagi petugas, krama desa,petani dan pelaku lainnya harus ditentukan prosentasenya secara cermat dengan kesepaktan yang transparan.

Subuah ide kreatif pemberdayaan masyarakat tidak boleh dilihat sepotong-sepotong. Perlu kajian dan sosialisasi kepada masyarakat. Disinilah peran para relawan dibituhkan. Seperti apa yang lakukan oleh UNACOB mengawali rintisan pembangunan Sarinbuana yang kebersamaan. Melalui upaya pendekatan awal menggali keinginan dan kesediaan masyarakat untuk hidup lebih baik, maju dan mandiri. Program ini baru tahap rintisan, kedepan diharapkan semakin banyak pemerhati pembangunan kemandirian masyarakat yang ikut bergabung sehingga Bali yang dianggap bergelimang Dollar ini betul-betul sejahtera dalam realita.

 

 5 Maret 2013 I Ketut Punia /FORKOMDEWI/UNACOB/SARINBUANA